Senin, 03 Mei 2010

AKIDAH DAN IMAN

AQIDAH DAN IMAN?
xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoftcom:
office:office" />
( ماذاهو العقيدة والإيمان )
ARTI AQIDAH

(معني العقيدة)
Aqidah menurut bahasa berasal dari فعل (kata kerja) : عقيدة → عقدة → يعقد → عقد yang
kesemuanya bermakna :
الربط . 1 (ikatan), maksudnya ikatan yang mengikat keyakinan seorang mu’min
sehingga terjaga dari berbagai kepercayaan dan keyakinan yang bersifat khurafat dan
takhayyul.
الجزم . 2 (keyakinan yang mantap), yaitu keyakinan yang mantap kepada Allah
SWT terhadap rizki, kekuasaan maupun keadilan dan pertolongan-Nya.
العهد . 3 (janji), ialah janji untuk membela kebenaran dan menegakkan hukum
Allah SWT dimuka bumi ini.
Menurut istilah/terminologis : “Sesuatu yang dibenarkan oleh jiwa dan hatinya
merasa tenang karenanya serta menjadi suatu keyakinan bagi pemiliknya dan tidak
dicampuri keraguan sedikitpun.”

SUMBER2 AQIDAH ISLAMIYYAH
(مصدارالعقيدة الإسلامية)
1. Sumber aqidah Islamiyyah yang pertama dan paling utama adalah al-Qur’an
yang merupakan kalamullah yang sama sekali tidak terdapat keraguan didalamnya.
2. Sumber yang kedua adalah as-Sunnah an-Nabawiyyah yang merupakan
penjelas dan pemerinci dari al-Qur’an.
3. Sumber yang ketiga adalah al-Ijma’ yaitu kesepakatan para ulama baik salaf
(terdahulu) maupun khalaf (terkemudian) tentang sesuatu hal.
PILAR-PILAR AQIDAH ISLAMIYYAH
(أرآان القيدة الإسلامية)
1. Keyakinan (iman) kepada Allah SWT (QS 2/177, 4/136) sebagai pencipta,
pemilik, pemberi rizqi, penguasa, pengatur, pembimbing kita.
2. Keyakinan (iman) kepada Malaikat2 Allah SWT (QS 2/97,98,177,285;
4/136), sebagai makhluq yang diciptakan dari cahaya (nuur) dan tidak pernah
bermaksiat serta selalu taat pada perintah Allah.
3. Keyakinan (iman) kepada semua Kitab2 yang diturunkan Allah SWT (QS
2/177, 4/136) baik kepada Nabi Muhammad SAW maupun kepada Nabi2
sebelumnya, seperti Taurat Musa as, Injil Isa as, Zabur Daud as, dan shuhuf Ibrahim
as.
4. Keyakinan (iman) kepada para Rasul as (QS 2/98, 4/136), yaitu semua
manusia yang diutus oleh Allah SWT kepada ummatnya masing2 yang dalam al-
Qur’an disebutkan 25 orang jumlahnya yang wajib diimani.
5. Keyakinan (iman) kepada hari Akhir (QS 2/177, 4/135), yaitu adanya hari
pembalasan atas semua amal yang dilakukan manusia
6. Keyakinan (iman) kepada qadha’ dan qadar Allah SWT (QS 25/2), hadits
Jibril dari Umar ra (HR Muslim).
AQIDAH DAN IMAN
( ماذاهما العقيدة والإيمان )
ARTI IMAN
(معني الإيمان)
Secara bahasa, iman berarti membenarkan ( تصديق ), sementara menurut istilah
adalah : “Mengucapkan dengan lisan, membenarkan dalam hati dan mengamalkan
dalam perbuatannya.”
(الإقرار باللسان وتصديق بالجبان وعمل ب الأرآان)

KONSEKUENSI KEIMANAN
(لوازم الإيمان)
1. Mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya melebihi dari mencintai segala sesuatu
termasuk dirinya sendiri (QS 9/24, 2/165).
2. Mendengar dan mentaati semua yang datang dari Allah SWT dan rasul-Nya
(QS 24/51-52) tanpa merasa berat dan tanpa memilah2 (QS 33/36).
3. Ridha’ terhadap semua apa yang datang dari Allah SWT dan rasul-Nya (QS
4/56), baik hal tersebut disukainya maupun tidak disukainya, tanpa menghilangkan
usaha.
4. Loyalitas yang penuh kepada Allah SWT, rasul-Nya dan orang2 beriman (QS
2/257) dan tidak memberikan loyalitas kepada yang dibenci Allah SWT (QS 5/51,57-
58; 9/67).
5. Takut hanya kepada Allah SWT (QS 33/39, 35/28), takut tidak mendapat kasih
sayang-Nya dan takut bermaksiat kepada-Nya.
6. Berhukum dengan syari’at Allah SWT (QS 4/60, 6/114) dan menolak hukum
yang bertentangan dengan syari’at-Nya.
7. Selalu beramal shalih dan meninggalkan maksiat (QS 103/2-3) dan berjihad
dijalan-Nya untuk menegakkan kebenaran (QS 33/23, 49/15).

SIFAT ORANG2 YANG BERIMAN
(مواصفا ت المؤمنين)
1. Apabila disebut nama Allah SWT, maka bergetar hatinya kerena cinta, harap
dan takut kepada-Nya dan apabila dibacakan al-Qur’an maka selalu bertambah
keimanannya dan mereka selalu bertawakkal kepada-Nya (QS 8/2).
2. Mereka senantiasa mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizqi mereka
untuk orang fakir, miskin dan anak yatim (QS 8/3).
3. Beriman kepada rukun iman yang enam dengan keimanan yang sempurna tanpa
merasa ragu2 sedikitpun dan berjihad dengan harta dan jiwa raga mereka untuk
menegakkan kebenaran (QS 49/15).
HAL2 YANG DAPAT MENINGKATKAN KEIMANAN
(الأعمال التي يراسخ الإيمان)
1. Ilmu, yaitu dengan meningkatkan ilmu tentang mengenal Allah SWT, seperti
makna dari nama2-Nya, sifat2-Nya dan perbuatan2-Nya. Semakin tinggi ilmu
pengetahuan seseorang terhadap Allah dan kekuasaan-Nya maka semakin bertambah
tinggi iman dan pengagungan serta takutnya kepada Allah SWT (QS 35/28).
2. Merenungkan ciptaan Allah SWT, keindahannya, keanekaragamannya dan
kesempurnaannya maka kita akan sampai pada kesimpulan : Siapa yang merancang,
menciptakan dan mengatur semua ini ? Jawabannya hanyalah Allah ! Maka Ya Allah
tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia2 belaka, Maha Benar Engkau
maka pastilah janji-Mu untuk mengumpulkan kami pada hari Kiamat itu benar adanya
(QS 3/191-192).
3. Senantiasa meningkatkan ketaqwaan dan meninggalkan maksiat kepada-
Nya, karena setiap maksiat yang kita lakukan akan menjadi noda2 hitam yang
semakin menutupi hati kita dari cahaya Allah sehingga semakin jauh dari-Nya (QS
83/14)

BUAH KEIMANAN
(ثمارالإيمان)
1. Membebaskan jiwa kita dari perbudakan oleh manusia dan semua makhluq
menuju kemerdekaan yang hakiki yaitu penghambaan kepada Allah SWT saja (lih.
hadits Ruba’i bin Amir ra. utusan Rasulullah SAW dan panglima Rustum dari Persia).
2. Membangkitkan keberanian membela kebenaran dan tak takut mati serta
cinta syahid, sebab meyakini bahwa yang memberi umur, rizqi, manfaat dan bahaya,
menghidupkan dan mematikan hanya Allah SWT (QS 3/145, 4/78).
3. Merasa yakin tujuan hidupnya adalah keridhoan Allah SWT dan ia akan
mendapatkan berbagai kebaikan yang banyak di dunia sebelum kenikmatan di akhirat
kelak, berupa : Perlindungan-Nya (QS 2/257), petunjuk-Nya (QS 22/54, 64/11),
pertolongan-Nya (QS 40/51), penjagaan-Nya (QS 10/98), mengokohkan
kedudukannya (QS 24/55) dan datangnya barakah (kebaikan yang banyak) baik dari
langit maupun dari bumi (QS 7/96) untuknya.
4. Hidupnya berada dalam ketenangan lahir batin (QS 13/28, 48/4), karena ia
hidup dalam cahaya hidayah Allah SWT sehingga ia tidak menzhalimi orang lain
maupun dirinya sendiri.
Wamaa umiruu illa liya’budullaha mukhlishiina lahuddiina hunafaa’ …

0 komentar:

Poskan Komentar